Oleh : Aura Azkia
Malam…
Ku tak ingin meninggalkanmu
Kau adalah bagian dari hari–hariku
Yang takkan kulewatkan … continue reading this entry.
Oleh : Aura Azkia
Malam…
Ku tak ingin meninggalkanmu
Kau adalah bagian dari hari–hariku
Yang takkan kulewatkan … continue reading this entry.
Oleh : Ridho el-Farizi
Siang yang begitu menyengat. Birunya langit sangat cemerlang. Terik matahari menembus bata-bata hingga melumat kulit yang semakin lama kian bermandikan peluh. Pun dengan kedua mata Buyung yang sangat tersilaukan sinarnya. Tatapan hanya tertuju pada ilalang yang tumbuh di depan rumahnya. Deburan ombak menjadi setting dramatis pelamunan itu. Di dekat daun pintu yang terbuka, ia bersila dengan sebuah bekal perenungan. Selayaknya daun pintu, Buyung dan keluarga pun terbuka dengan segala pelajaran yang sedang diujikan dalam hidupnya. … continue reading this entry.